Meraih Mimpi di Kota Hujan
Tepat hari itu, tanggal 17 April 2018, merupakan
momen yang gak akan pernah gua lupakan. Hari dimana mimpi 3 tahun yang lalu itu
terwujud. Hari dimana semua khayalan gua selama SMA terwujud. Hari dimana semua
tetes keringat dan lantunan doa dikala sujud terbayarkan. Ya , hari itu jelas
terpampang kata “Selamat, Anda dinyatakan
lulus SNMPTN 2018” dengan latar belakang berwana hijau di Institut Pertanian Bogor (IPB) program
studi Biologi. Rasa syukur, senang, haru, semuanya
tercampur aduk di sore hari jam 17.00 saat itu. Masih tetep gak nyangka dikasih
nikmat untuk menimba ilmu di Institut Pertanian
terbaik bangsa. Seriously guys?
IPB, kampus paling inovasi di Indonesia. Tempatnya orang-orang keren memulai
kesuksesannya di sana. Tempat yang menjadi harapan bagi Indonesia yang memiliki
julukan Negara Agraris untuk bisa mengembalikan keadaan pertanian seperti dulu
lagi, atau bahkan lebih baik lagi. Dan sekarang gua menginjakkan kaki gua di
sini, bukan sebagai pengunjung, tapi sebagai Mahasiswa Baru.
Ucapan selamat lulus di IPB bukan suatu akhir,
melainkan suatu awal yang baru untuk mencapai semua mimpi dan membuat Indonesia
menjadi lebih baik lagi. Butuh perjuangan untuk bisa masuk ke Institut
Pertanian terbaik bangsa ini, tapi gak kalah sulitnya perjuangan untuk bisa
bertahan dan lulus dari IPB serta menjadi lulusan yang dapat menjalankan
amanahnya, memajukan Indonesia.
InsyaAllah semuanya bisa dijalani dengan baik asal dengan niat yang baik
pula. Daan semuanya juga akan tercapai dengan penuh semangat, asalkan kita
punya yang namanya mimpi, tujuan, dan
target. Ibaratnya sebuah kapal, tentu kita harus punya arah dan tujuan
untuk berlabuh. Bayangkan kalau kita gak punya tujuan di kapal itu, mau kemana
kita? Mau jalan terus di tengah laut tanpa tahu mau kemana? Pastinya harus
punya tempat untuk berlabuh. Begitulah kita, sebagai manusia yang hidup di
dunia ini, tentunya harus memiliki tujuan agar kita tahu kemana arah tujuan
hidup kita selama di dunia.
Oke, sekarang bakal gua ceritain gimana pengalaman
gua selama daftar ulang di sana. Pertama-tama, semua maba diharuskan mempunyai
aplikasi yaitu LINE. Kenapa line?
Soalnya semua sumber dan informasi seputar IPB diteruskan melalui aplikasi itu.
Jadi siap-siapin kuota, memori, baterai, serta mental ketika udah jadi maba IPB.
Kenapa mental? Karena kalian akan disuguhkan dengan banyak grup-grup seputar
kampus seperti grup fakultas, departemen, Omda, asrama, lorong, kamar, kelompok
ospek, dan kawan-kawannya. Siap-siap notifikasi HP penuh dengan pesan-pesan
dari line. Gua saranin sih dimute notifikasi
grupnya, kecuali grup yang penting. Nah
dari grup itulah biasanya dikasih tau gimana mekanisme daftar ulang di IPB
nanti. Kalau untuk berkas-berkas yang dibawa udah dikasih soft copynya pas
pengumumann kelulusan, tinggal klik link yang tertera dan download pdfnya kelar
deh. Oh iya, seminggu setelah pengumuman, atau lebih tepatnya 5 hari, iya 5
hari, kita udah disuruh ngirim berkas ke IPB. Yah emang IPB gak ngasih waktu
berbahagia ria lama-lama, soalnya udah dikasih tugas ngirim berkas aja, batas
waktunya Cuma 5 hari dan berkasnya itu banyak plus ribet sangat. Tapi semuanya
pasti dijalani dengan rasa senang. Iyalah, baru keterima di PTN terbaik nomor 3
se-Indonesia, masa buat ngirim berkas aja ngeluh, hehe.
Jadi, di IPB itu ada sistem namanya Program
Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU). Nah di PPKU ini, tepatnya tahun pertama
belajar di IPB, kita disediakan asrama mahasiswa selama masa PPKU. Asrama ini
sifatnya wajib ya temen-temen. Walaupun rumahnya di Bogor juga tetep wajib
tinggal di asrama ini. Alasannya kenapa? Katanya sih biar kita bisa mengasah
kemampuan komunikasi dan beradaptasi di lingkungan baru. Terus gunanya asrama
juga agar kita bisa lebih peduli lagi terhadap sesama, belajar mandiri, dan
memperbanyak relasi. Sebetulnya masa-masa asrama ini sangaatt penting untuk
kita mempunya banyak teman dan tentunya relasi. Karena kalau udah keluar asrama
paling kita ketemua temen yang sesuai sama jurusan atau fakultas aja. Balik
lagi ke PPKU, jadi sistem belajarnya itu masih kayak kelas 13 SMA. Kelasnya
dikelompokkin sesuai dengan rumpun ilmu dasar sesuai jurusan masing-masing.
Kelasnya itu mulai dari P, Q, R, S, T, U, dan V yang biasa disebut dengan
istilah kluster. Kalau gua sendiri masuk kelas T bersama dengan jurusan
Agronomi dan Hortikultura, Kedokteran Hewan, Gizi Masyarakat, dan jurusan gua
sendiri yaitu Biologi. Kluster T ini khusus untuk yang ilmu dasarnya itu
bersifat hayati. Lain halnya dengan kluster U yang ilmu dasarnya kimia, dan
lain-lain. Banyak kakak tingkat yang bilang kalau PPKU ini merupakan tingkat
yang paling bahagia. Kenapa? Karena di PPKU lah kita semua bisa bertemu dengan
teman dari jurusan lain (walau masih satu kluster) dan mata kuliahnya juga masih
sama kayak SMA, cuma lebih diperdalam. Jadi mendapatkan IPK 4,00 di PPKU itu
bukan hal yang mustahil. Di PPKU juga biasanya kita bisa ikut banyak organisasi
sebelum masuk ke fakultas dan departmennya masing-masing, lebih tepatnya
sebelum semuanya menjadi apatis terutama fakultas MIPA, hehe bercanda.
Yaa mungkin segitu aja yang bisa gua jelasin untuk
saat ini. Tunggu tulisan gua yang
lainnya seputar kehidupan kampus atau pengalaman-pengalaman yang gua
punya di kampus ini. Salam dari saya, mahasiswa baru Insititut Pertanian Bogor
angkatan 55, Saga Agrisatya.

Komentar
Posting Komentar